Hei IKHLAS !
Kamu cuma satu kata dengan enam huruf membentuk. Tapi kenapa kamu begitu istimewa? Kenapa kamu begitu susah untuk dijalani. Bisakah kamu datang dan menjelma menjadi sebuah naluri yang lembut? Bisakah kamu datang dan tiba-tiba menghampiriku yang sedang dalam keadaan tak menentu?
Kenapa harus ada tangisan jika aku ingin membuatmu ada dalam batinku. Perasaan apa yang seperti kamu ini. Kenapa kamu begitu berbeda dari semua kata yang pernah ku tahu. Kenapa rasanya begitu sakit ketika kamu belum benar-benar ada dalam naluriku. Ikhlas, bisakah kamu singgah sebentar, bisakah kamu singgah sementara sampai aku benar-benar bisa melupakan semua kejadian ini?
Tolong, bantu aku. Datanglah dan buat aku merasa nyaman dengan apa yang ditakdirkan untukku. Maaf jika aku hanya mampu menulismu dengan sebuah pertanyaan. Aku tahu definisimu, tapi sungguh aku benar-benar tak tahu apa makna sebenarnya kamu. Karena bagiku, tak mungkin menggoreskan sebuah tulisan jika aku benar-benar tak tahu maknanya.
Ikhlas, aku tahu jika saatnya tiba aku benar-benar harus menerapkanmu. Tapi untuk sementara waktu bisakah kamu mulai semakin mendekat agar jika tiba saatnya nanti aku bisa benar-benar IKHLAS?


Comments
Post a Comment